Sabtu, 25 April 2020

Analisis SWOT TESLA Inc.

Analisis SWOT TESLA Inc.

Mobil Listrik
Mobil listrik ditemukan pada tahun 1900, oleh beberapa penemu yaitu Robert Anderson, Thomas Davenport dan Gaston Plante. Meskipun mobil listrik ditemukan tidak lama setelah mobil bensin, popularitasnya tidak dapat mengalahkan mobil bensin. Karena pada zaman dahulu listrik sangat terbatas dan harganya mahal. Begitu juga komponen-komponen yang digunakan untuk membuat mobil listrik. Jika pada zaman dahulu mobil bensin berharga ribuan dollar maka mobil listrik dapat berharga puluhan ribu dollar, yaitu minimal 10x lebih mahal dari mobil bensin.

Mobil listrik menggunakan motor listrik bertenaga baterai, tenaga listrik inilah yang dapat menggerakkan roda-roda mobil, menyalakan lampu dan memberi tenaga pada perangkat-perangkat mobil tersebut.

Mobil listrik modern memiliki perangkat komputer dan software yang terintegrasi di dalam mobil tersebut. Produsen mobil listrik ternama di Amerika, Tesla, telah meluncurkan mobil elektrik yang bisa dapat mengemudi otomatis (self-driving car). Mobil ini sangat canggih sehingga dapat memilih rute terdekat menggunakan teknologi GPS (global positioning system), mengemudi secara otomatis melewati rute tersebut, dan kemudian memarkirkan mobil secara otomatis di tempat tujuan.

Pengisian dilakukan dengan menggunakan aliran listrik dan menggunakan alat khusus, sama halnya seperti meng-charge sebuah handphone. Pengisian umumnya dilakukan pada recharging station. Electric car recharging station sangat jarang ditemukan di Indonesia. Namun, di negara-negara maju seperti Amerika, Rusia, Jerman, recharging station dapat banyak ditemukan di tepi-tepi jalan maupun di lahan parkir. Terlebih lagi, banyak produsen mobil elektrik menyediakan charging station yang dapat dipasang di garasi rumah tempat menyimpan mobil elektrik pribadi konsumen.

Ada pula charger mobil elektrik milik Tesla Motors yang dapat mencari dan menancapkan charger secara otomatis ketika mobil diparkir didekatnya. Tenaga listrik adalah sumber daya yang bisa diperbaharui. Listrik dapat diperoleh dari bermacam-macam sumber, salah satunya pemanfaatan energi-energi alami, seperti angin, air, matahari, dan panas bumi (geothermal). Contoh fasilitas yang dapat menghasilkan tenaga listrik adalah kincir angin (angin), pembangkit energi tenaga air (PLTA), dan solar panel (matahari). Sumberdaya ini semua tidak akan mudah habis seperti sumberdaya gas alami atau fossil fuel.

Mobil listrik sangat ramah lingkungan dan sustainable, karena dapat berjalan dengan menggunakan tenaga listrik. Jika listrik yang tersimpan di dalam baterai habis, pemakai hanya perlu untuk meng-charge kembali baterai tesrebut. Mobil elektrik adalah salah satu fasilitas yang bersifat zero-emission, yaitu tidak menyebabkan emisi atau polusi yang bisa berdampak ke global warming.

Kelebihan Mobil Listrik


  • Tidak Menghasilkan Emisi CO2 dan CO. Dibanding dengan mobil konvensional yang berbahan bakar bensin, mobil listrik dinilai lebih ramah lingkungan. Bahan bakar bensin dari mobil konvensional akan menghasilkan emisi bahan bakar berupa CO2 dan CO. Berbeda dengan mobil berbahan bakar bensin tersebut, mobil listrik lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi CO2 dan CO.
  • Hemat. Dalam jangka panjang, membeli mobil listrik merupakan keputusan yang tepat untuk memangkas biaya kendaraan. Walaupun biaya untuk pembelian mobil listrik terhitung mahal, namun jika dipikir dalam jangka panjang mobil listrik itu hemat. Sisi hemat dari mobil listrik terutama datang dari sisi bahan bakar dan perawatan. Untuk bahan bakar, mobil listrik hanya perlu di-charge tanpa membeli bensin. Untuk sisi perawatan, mobil listrik tidak perlu pelumas mesin. Hal ini dikarenakan mobil listrik menggunakan mesin bertenaga listrik dan tidak memerlukan oli lagi.
  • Lebih Tenang. Bagi yang lebih menyukai perjalanan dalam ketenangan dan kesunyian, mobil listrik merupakan pilihan yang tepat. Bila menggunakan mobil konvensional, pasti seseorang tidak bisa menyalakan mesin tanpa ada suara yang bising. Hal ini berbeda dengan mobil listrik yang menghasilkan suara yang lebih tenang.
  • Pembakaran Lebih Efisien. Hal yang menarik dari mobil listrik adalah bahwasanya mobil listrik mampu mengonversi energi menjadi tenaga tiga kali lebih besar daripada mobil konvensional. Pasalnya, mobil listrik mengonversi sekitar 59% –62% dari energi listrik dari jaringan ke daya di roda. Sementara itu, mobil  konvensional hanya mengonversi sekitar 17% -21% dari energi yang tersimpan dalam bensin menjadi listrik di roda.
  • Aman Dikendarai. Meskipun terhitung sebagai penemuan baru, mobil listrik telah melalui serangkaian prosedur pengujian yang sama dengan mobil konvensional lainnya. Salah satu fitur keselamatan yang disediakan oleh mobil listrik adalah jika terjadi kecelakaan, kantung udara akan terbuka dan pasokan listrik terputus dari baterai. Hal tersebut tentu akan mencegah penumpang di dalam mobil untuk mengalami luka atau cidera yang serius.

Kekurangan Mobil Listrik
  • Kurang Ramah Lingkungan. Meskipun tidak menghasilkan emisi CO2 dan CO, namun mobil listrik dinilai kurang ramah lingkungan. Peneliti Skotlandia dari University of Edinburgh menghasilkan penelitian yang mengejutkan. Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa  mobil listrik melepaskan lebih banyak partikel keras ke lingkungan kita daripada kendaraan konvensional. Di samping itu, pembangkit yang menghasilkan listrik untuk mobil listrik juga tidak ramah lingkungan.
  • Pengisian Energi Cenderung Lama. Sebagian besar mobil listrik membutuhkan waktu lama untuk mengisi ulang baterai. Sebagai contoh, Nissan LEAF dapat diisi daya hingga 80% dari kapasitas hanya dalam 40 menit. Meskipun demikian, itu membutuhkan stasiun Pengisian Cepat 480V DC. Itu hitungan untuk mengisi baterai versi 40kWh. Untuk baterai versi 62 kWh yang lebih besar, membutuhkan waktu 60 menit. Jika menggunakan outlet rumah 120V standar, pemilik mobil listrik mungkin harus membiarkan mobilnya terisi daya selama semalam.
  • Baterai Mahal. Meskipun telah dibahas sebelumnya bahwa biaya perawatan dan bahan bakar mobil listrik cenderung murah, namun harga baterai dari mobil listrik cenderung mahal. Hal ini tidak mengherankan karena baterai tersebut diestimasi tahan sampai satu dekade. Paket baterai pengganti motor listrik pun  cenderung mahal. Jika dipertimbangkan, hal tersebut sepadan dengan biaya perawatan pada mesin mobil konvensional.
  • Baterai Cepat Diganti. Baterai mobil listrik cenderung tidak awet. Hampir semua mobil listrik harus diganti setiap tiga hingga sepuluh tahun sekali. Rentang waktu tersebut tergantung pada jenis dan penggunaan baterai. Dilihat dari rentang waktu tersebut, tentu jika dilihat dari jangka panjang rentang waktu tersebut tidaklah panjang.
  • Tidak Didesain untuk Banyak Penumpang. Bagi yang mempunyai keluarga besar, mobil listrik mungkin tidak cocok menjadi pilihan kendaraan. Mobil listrik tidak terlalu didesain untuk keluarga ataupun banyak orang. Mobil listrik  biasanya hanya memiliki dua kursi. Karena itu, mobil ini tidak diperuntukkan untuk menjadi mobil keluarga.
  • Jangkauan dan Kecepatan Berkendara Pendek. Mobil listrik dibatasi oleh jarak dan kecepatan. Sebagian besar mobil listrik memiliki jangkauan sekitar 50-100 mil dan perlu diisi ulang lagi. Untuk keperluan perjalanan jangka panjang, mobil listrik sangat tidak disarankan. Meskipun begitu, diharapkan di masa depan mobil listrik bisa di-upgrade sehingga bisa menempuh jarak yang panjang.
  • Tidak Tersedia di Seluruh Negara. Meskipun sekarang motor listrik sudah banyak jenisnya, tidak semua jenis mobil listrik tersedia di seluruh negara. Misalnya adalah mobil listrik jenis FIAT 500e, Kia Soul EV, dan Volkswagen e-Golf. Ketiga jenis mobil listrik itu hanya dijual di segelintir negara saja.
  • Kurangnya Stasiun Pengisian Daya. Masalah yang lumayan serius yang dihadapai oleh pemilik mobil listrik adalah kurangnya stasiun pengisian daya. Meskipun stasiun pengisian daya dapat dipasang di rumah, namun jika seandainya mobil listrik kehabisan daya di tengah jalan tentu menjadi hal yang tidak enak.



Tesla Inc.
Tesla Inc. adalah perusahaan rintisan Amerika yang ditenagai oleh Silicon Valley. Tesla dinamai Nikola Tesla , yang merupakan penemu dan ilmuwan yang sangat sukses pada masanya. Dia memiliki prestasi luar biasa dalam teknologi Radio dan teknik listrik keturunan Serbia. 

Tesla, Inc., yang merupakan Tesla Motors Inc. di masa lalu, telah mencapai puncak kesuksesan sebagai organisasi solusi energi dan otomotif yang dinamis. Ia terkenal dengan pendekatan inovatifnya di pasar karena posisinya yang dominan di seluruh dunia.

Tesla telah muncul sebagai salah satu perusahaan yang paling banyak dibahas dan dianalisis di kalangan penggemar bisnis. Analisis SWOT dari organisasi ini akan mengungkapkan semua wawasan yang signifikan mengenai setiap faktor model bisnis Tesla . Selain itu, hasil keseluruhan dari analisis ini juga mencakup reformasi strategis mengingat semua faktor SWOT, yaitu, kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.  

Kekuatan Tesla
Mari kita mulai dengan kekuatan Tesla Inc. yang akan mencakup aspek-aspek positif dari perusahaan, yang telah memperkuat posisi Tesla untuk menjadi salah satu perusahaan paling dominan di dunia. Faktor-faktor berikut yang diyakini sebagai poin kuat Tesla telah memastikan profitabilitas, ekspansi, dan popularitas perusahaan, terutama dalam jangka panjang.

1. Perusahaan Majikan Teratas
Organisasi apa pun sebagus yang dipekerjakannya. Dalam kasus Tesla Inc., ini adalah salah satu faktor kunci untuk kesuksesan luar biasa perusahaan. Wall Street Journal melaporkan bahwa Tesla telah muncul sebagai perusahaan yang ideal bagi karyawan karena keragaman dan budaya yang mendorong inovasi. Baru-baru ini telah terdaftar sebagai salah satu tempat ideal untuk bekerja, menarik pencari kerja muda dengan bakat dan energi segar. Perusahaan ini juga telah ditampilkan dalam Forbes ' America's Best Employer 2019 '. 

2. Perusahaan Otomotif Terkemuka
Meskipun masalah hukumnya, penjualan Tesla hanya meningkat. Ini telah menjadi merek otomotif terkemuka untuk 2019, menghasilkan 90.000 kendaraan untuk kuartal terakhir 2018, termasuk 63.150 Model 3 (+ 13% dari Q3), 13.500 Model S, dan 14.050 kendaraan Model X. Berkat kemajuannya yang tak tertandingi dalam inovasi dan kemewahan secara bersamaan, perusahaan telah meninggalkan beberapa merek mobil yang sangat eksklusif seperti Mercedes dan BMW. 

3. Mobil Listrik Terbaik di kelasnya
Tesla telah meninggalkan semua merek lain dalam perlombaan mobil listrik terbaik. Jika dibandingkan dengan jangkauan mereka, mobil listrik Tesla telah terbukti menjadi yang terbaik untuk jarak maksimum. Perbandingan terbaru menunjukkan bahwa Tesla menempati tiga tempat teratas dalam hal rentang. Tesla Model S akan membuat Anda menjadi yang terjauh - menempuh jarak hingga 600 kilometer dengan sekali pengisian daya baterai. Merk lain terdekat yang didapat adalah Opel Ampera , dengan jangkauan 520 kilometer. 

4. Tesla Mendominasi Penjualan Kendaraan Listrik AS
Menurut Statista , Tesla model 3 adalah kendaraan listrik paling banyak terjual pada 2019 dengan jumlah penjualan 187.971. Di posisi kedua, Chevrolet Volt berdiri, dengan 155.477 mobil terjual. Di mana Tesla model S kembali berada di posisi ketiga dengan panggilan dekat, memiliki 134.392 mobil terjual. Singkatnya, Tesla menduduki puncak grafik penjualan mobil listrik.

5. Jual-silang dan Diversifikasi
Tesla telah meluncurkan program asuransi komprehensif untuk kendaraannya yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi Liberty Mutual yang disebut InsureMyTesla . 
6. Perusahaan Yang Inovatif

Tesla memiliki tingkat inovasi yang sangat tinggi, (tidak ketinggalan perkembangan terbaru truk semi penuh listrik pertama di dunia dan mobil sport baru). Oleh karena itu, pasar mempercayai dan mengharapkan perusahaan untuk mengembangkan produk yang kompetitif dan menguntungkan yang tentu saja menghasilkan keuntungan finansial yang besar.

Kelemahan Tesla
Semua faktor internal dalam perusahaan yang menyebabkan kerusakan atau batas evaluasi kinerja diidentifikasi kelemahan dalam Analisis SWOT. Jadi, ini adalah beberapa kekurangan dari struktur organisasi Tesla, yang mengurangi daya saing dan pertumbuhan bisnisnya.

1. Komplikasi Pembuatan
Semakin tinggi standar inovasi, semakin besar komplikasi mekanik dan faktor risiko produksi. Tesla menghadapi keterlambatan peluncuran, produksi, dan peningkatan produksi yang berkelanjutan sambil meluncurkan kendaraan baru dan produk lainnya. Sebagai contoh, Tesla menghadapi tantangan manufaktur tanpa akhir ketika mereka akan meluncurkan Model X, yang menyebabkan keterlambatan distribusi yang konstan. Demikian pula, perusahaan mengalami masalah ekstrim saat memproduksi jalur perakitan modul baterai Model X di Gigafactory 1. 

2. Tidak dapat memenuhi permintaan dapat mempengaruhi nilai merek
Karena prosedur yang sangat bereksperimen dan rumit, Tesla 'mungkin menghadapi penawaran dan permintaan yang tidak seimbang, tidak dapat memenuhi persyaratan produksi. Bahkan, tingkat pengiriman mereka pada kuartal pertama 2019 cukup memprihatinkan. Perusahaan telah mengirimkan 63.000 mobil pada kuartal pertama 2019, yang merupakan penurunan 31% dari kuartal terakhir 2018.    

3. Kurangnya Volume Produksi Tinggi
Tidak ada keraguan bahwa Tesla adalah pelopor mobil hemat energi yang sebenarnya. Tetapi telah gagal untuk menghasilkan volume tinggi mobil untuk setiap modelnya. Bahkan sekarang, ketika perusahaan berencana untuk memproduksi kendaraan Model 3 pada volume tinggi, ia menghadapi masalah dalam hal biaya produksi dan sumber daya manajemen dan perluasan ruang di Gigafactory 1. 

4. Kekurangan Baterai
Dalam pertemuan pemegang saham tahunan, CEO Elon Musk menerima bahwa tingkat produksi mereka telah menurun karena persediaan baterai yang terbatas. Kekurangan ini secara langsung mempengaruhi penjualan kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi.

5. Elon Musk sebagai Perwakilan Tunggal Tesla
Tesla menerima bahwa perusahaan adalah ' pertunjukan satu orang '. Sedihnya, pria itu, Elon Musk memiliki banyak hal di pundaknya untuk memberikan seratus persen kepada perusahaan. Musk juga sangat terlibat dalam proyek-proyek lain seperti kendaraan peluncuran ruang angkasa di Space Exploration Technologies Corporation dan The Boring Company .  

Peluang Tesla
Bagian peluang Analisis SWOT ini menekankan peluang pertumbuhan yang muncul bagi perusahaan. Ini adalah faktor eksternal yang, ketika diidentifikasi, dapat membantu Tesla untuk meningkatkan kinerja bisnisnya, struktur manajemen, dan pertumbuhan strategis dan aspek lainnya. 

1. Ekspansi penjualan di Pasar yang belum dimanfaatkan
Peluang paling signifikan bagi perusahaan saat ini adalah pasar Asia, yang masih belum jenuh di bidang otomotif dan pasar energi terbarukan. Terutama dalam situasi di mana Tesla perlu memperluas pasar globalnya untuk meningkatkan stabilitas keuangan dan kehadiran pasar yang lebih kuat.  

2. Mobil Kurang Mahal
Tesla mahal karena ketergantungannya yang tidak konvensional pada inovasi, yang membutuhkan dukungan keuangan maksimum untuk menghibur teknologi baru.
Baru-baru ini, Tesla telah meluncurkan Model 3, yang merupakan versi yang lebih terjangkau dari Model S dengan jangkauan, daya, dan fitur yang lebih sedikit. Namun, ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi Tesla untuk memperluas ukuran pasar audiens mereka . 

3. Membawa teknologi produksi baterai di rumah
Tesla bermaksud membuat sel baterai sendiri . Langkah ini bisa menjadi pengubah permainan besar karena akan membantu perusahaan untuk meningkatkan tingkat produksi sambil mengurangi biaya produksinya. Saat ini, Panasonic adalah pemasok utama baterai mereka.   

Ancaman Tesla
Faktor ancaman dikombinasikan dengan fenomena yang menghentikan perusahaan dari mengambil keuntungan penuh dari manfaat yang dapat diperoleh dari kekuatan yang tersedia. Oleh karena itu, ini adalah beberapa ancaman yang dihadapi Tesla untuk mempertahankan bisnis meskipun kondisi pasar tidak dapat diprediksi.

1. Klaim Tanggung Jawab Produk
Terlepas dari jaminan kualitas premium Tesla dan standar manufaktur yang tinggi, industri mobil, khususnya, terbiasa menghadapi klaim pertanggungjawaban produk yang signifikan yang dikhawatirkan perusahaan menjadi salah satu pukulan finansial terbesar.
Tesla telah meluncurkan banyak kendaraan autopilot, dan tidak semuanya berhasil jika terjadi kecelakaan. Perusahaan telah menghadapi tuntutan hukum dan klaim terkait dengan kegagalan teknologi dalam produk mereka. Jika klaim pertanggungjawaban ini berlanjut, maka Tesla dapat mengalami kemunduran keuangan yang lebih besar.

2. Persaingan yang Luas
Tesla, Inc. menghadapi persaingan yang agresif dari kendaraan bahan bakar alternatif (Hibrida, Hibrida plug-in, mobil listrik sepenuhnya) dan teknologi self-driving . Banyak merek otomotif di segmen mewah seperti Mercedes, BMW, Audi, Lexus dan di segmen ekonomi seperti Toyota , Ford , Volvo, General Motors bersiap-siap untuk kompetisi yang ketat. Banyak merek tidak hanya meluncurkan atau berencana meluncurkan teknologi ramah lingkungan / mengemudi sendiri tetapi juga, mereka menawarkannya dengan harga yang lebih rendah. Ini adalah ancaman yang pasti bagi perusahaan seperti Tesla, yang berkembang dengan nilai uniknya untuk mobil-mobil inovatif yang sangat mahal dan tidak terjangkau bagi banyak orang.     

3. Cacat Produk
Karena teknik yang sangat kompleks untuk kendaraan inovatif, mobil Tesla dan produk energi lainnya telah menunjukkan kelemahan utama dalam banyak kasus. Produk yang cacat sering memiliki kelemahan dalam desain, manufaktur, dan fitur lain yang dapat merusak citra perusahaan secara permanen.

4. Kepercayaan jangka panjang
Untuk perusahaan mana pun, jaminan keberlanjutan jangka panjang sangat penting untuk menjaga citra publik dan moral perusahaan. Tesla, karena kondisi manufakturnya yang tidak stabil, menderita ketidakpercayaan di kalangan publik tentang keberadaan jangka panjangnya, yang dapat mengakibatkan kekurangan dalam pengembangan bisnis lebih lanjut.  

5. Adaptasi Pelanggan
Setiap bisnis yang dijalankan sepanjang garis penerimaan pelanggan. Jika publik siap untuk beradaptasi dengan perubahan, perusahaan akan mendapat manfaat dari rangkaian produk inovatif. Namun, ini bisa menjadi proses yang lambat dan tak kenal ampun, menghasilkan tantangan baru bagi perusahaan seperti Tesla. Organisasi sangat tergantung pada keinginan pelanggan untuk mengadopsi kendaraan listrik.

6. Mobil Mengemudi Mandiri Masih Menjadi Perhatian Bagi Pejalan Kaki
Dalam sebuah survei dari YouGov , orang dewasa AS masih merasa tidak aman, untuk berjalan di sekitar mobil yang dikendarai sendiri . Terutama, orang di atas usia 55 tahun adalah yang paling takut berada di sekitar kendaraan yang bisa menyetir sendiri.

7. Gangguan Pasokan karena Kekurangan Bahan
Tesla dapat menghadapi suspensi utama dalam pasokan bahan-bahan manufaktur karena kenaikan harga.  Aluminium , baja , lithium , nikel , tembaga, dan kobalt, serta sel - sel lithium-ion dari pemasok. Semua material ini memiliki harga yang tidak stabil, yang dapat mempengaruhi lini produksi perusahaan di masa depan.       
   
8. Faktor Berisiko Tinggi Karena Penggunaan Lithium-ion
Tesla menggunakan sel lithium-ion dalam kemasan baterai mereka. Lithium adalah elemen yang sangat reaktif dan mudah meledak, yang meningkatkan faktor risiko produk kami. Tesla telah menghadapi beberapa kasus di mana mobil mereka terbakar dan mengeluarkan asap, yang telah memfitnah perusahaan pada tingkat utama.  

9. Kurangnya Peraturan untuk Mengemudi Sendiri
Karena tidak ada peraturan yang tepat untuk mengemudi sendiri di banyak negara, termasuk AS, penjualan Tesla dipengaruhi oleh pembatasan mengemudi sendiri di banyak daerah. Situasi kerumitan hukum yang membingungkan ini meningkatkan ketidakpastian tentang masa depan proyek mengemudi mandiri Tesla.  

Pajak Penghasilan Pasal 22

Pajak Penghasilan Pasal 22

Pengertian Pajak Penghasilan Pasal 22

Waluyo (2011:2) menyatakan ada beberapa definisi pajak yang dikemukakan oleh para ahli: 
  • Soemahamidjaja menyatakan pajak adalah iuran wajib berupa uang atau barang yang dipungut oleh pengusaha berdasarkan norma-norma hukum, guna menutup biaya produksi barang-barang dan jasa-jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum. 
  • Soemitro menyatakan pajak adalah iuran kepada kas Negara berdasarkan (kontraprestasi), yang langsung dapat ditunjukkan dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum. 

Dapat disimpulkan bahwa pajak adalah iuran wajib yang harus dibayarkan oleh wajib pajak guna untuk kepentingan negara. Ada beberapa jenis pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak, salah satunya adalah Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

Menurut UU Pajak Penghasilan (PPh) Nomor 36 tahun 2008, Pajak Penghasilan Pasal 22 (PPh Pasal 22) adalah bentuk pemotongan atau pemungutan pajak yang dilakukan satu pihak terhadap wajib pajak dan berkaitan dengan kegiatan perdagangan barang. Pajak Penghasilan Pasal 22 dikenakan kepada badan-badan usaha tertentu, baik milik pemerintah maupun swasta yang melakukan kegiatan perdagangan ekspor, impor dan re-impor.

PPh Pasal 22 dikenakan terhadap perdagangan barang yang dianggap menguntungkan sehingga baik penjual maupun pembelinya dapat menerima keuntungan dari kegiatan perdagangan tersebut. Atau yang lebih jelasnya PPh Pasal 22 dikenakan terhadap pembayaran atas penyerahan barang kepada pemerintah. Dasar hukum pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22, yaitu
  • Undang-Undang Pajak Penghasilan No. 36 tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan.
  • PMK 34/PMK.010/2017 Tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Sehubungan Dengan Pembayaran Atas Penyerahan Barang dan Kegiatan Di Bidang Impor Atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain.
  • PMK 90/PMK.03/2015 Tentang Wajib Pajak Badan Tertentu Sebagai Pemungut Pajak Penghasilan Dari Pembeli Atas Penjualan Barang yang Tergolong Sangat Mewah.


Pajak Penghasilan Pasal 22 umumnya berfokus kepada 3 (tiga) pemungutan pajak, Menteri Keuangan menetapkan:
  • Bendahara pemerintah untuk memungut PPh Pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang.
  • Badan-badan tertentu untuk memungut PPh Pasal 22 dari Wajib Pajak yang melakukan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain.
  • Wajib Pajak badan tertentu untuk memungut PPh Pasal 22  dari pembeli atas penjualan barang yang tergolong sangat mewah.

Berdasarkan penjelasan Pasal 22 UU Pajak Penghasilan, yang dapat ditunjuk sebagai pemungut pajak adalah:
  • Bendahara pemerintah, termasuk bendahara pada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, instansi atau lembaga pemerintah, dan lembaga-lembaga negara lainnya, berkenaan dengan pembayaran atas penyerahan barang, termasuk juga dalam pengertian bendahara adalah pemegang kas dan pejabat lain yang menjalankan fungsi yang sama;
  • Badan-badan tertentu, baik badan pemerintah maupun swasta, berkenaan dengan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain, seperti kegiatan usaha produksi barang tertentu antara lain otomotif dan semen; dan
  • Wajib Pajak badan tertentu untuk memungut pajak dari pembeli atas penjualan barang yang tergolong sangat mewah. Pemungutan pajak oleh Wajib Pajak badan tertentu ini akan dikenakan terhadap pembelian barang yang memenuhi kriteria tertentu sebagai barang yang tergolong sangat mewah baik dilihat dari jenis barangnya maupun harganya, seperti kapal pesiar, rumah sangat mewah, apartemen dan kondominium sangat mewah, serta kendaraan sangat mewah.

Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Impor
Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Impor adalah iuran wajib yang timbul akibat dari kegiatan pengadaan barang melalui impor. Tarif yang digunakan atas perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Impor ini telah diatur Berdasarkan Keputusan Direktorat Jendral Pajak No. KEP-417/PJ/2001 yang ditetapkan 27 Juni 2001 diuraikan bahwa tarifnya sebesar :
  • Barang-barang tertentu sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan Nomor 175/PMK.011/2013, sebesar 7,5% (tujuh setengah persen) dari nilai impor.
  • Impor yang menggunakan Angka Pengenal Impor (API), sebesar 2,5% (dua setengah persen) dari nilai impor, kecuali atas impor kedelai, gandum, dan tepung terigu sebesar 0,5% (setengah persen) dari nilai impor.
  • Impor yang tidak menggunakan Angka Pengenal Impor (API), sebesar 7,5% (tujuh setengah persen) dari nilai impor.
  • Impor yang tidak dikuasai, sebesar 7,5% (tujuh setengah persen) dari harga jual lelang.

Nilai impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar perhitungan bea masuk yaitu Cost Insurance and Freight (CIF) ditambah dengan bea masuk dan pungutan lainnya yang dikenakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang impor.
API (Angka Pengenal Impor) adalah tanda pengenal sebagai importir. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-DAG/PER/9/2015 Tahun 2015 Tentang Angka Pengenal Impor. Ada dua jenis API di Indonesia, yaitu:
  • API Umum atau disingkat API-U adalah API yang diberikan kepada perusahaan yang melakukan impor barang tertentu atau barang yang termasuk kedalam kategori umum untuk tujuan diperdagangkan.
  • API Prudusen atau disingkat API-P adalah API yang diberikan kepada perusahaan pabrik atau produsen yang mengimpor mesin-mesin produksi perusahaan dan barang barang yang di impor untuk dipergunakan sendiri sebagai barang modal, bahan baku, bahan penolong atau bahan untuk mendukung proses produksi yang mana barang tersebut bukan untuk tujuan diperdagangkan.

Contoh perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Impor :
Seorang importir pada awal tahun 2020 memasukkan  barang ke wilayah pabean Indonesia dengan Cost sebesar US$100.000. Biaya angkut dari luar negeri ke pelabuhan tujuan sebesar US$5.000 dan premi asuransi perjalanan yang dibayar dari luar negeri ke pelabuhan tujuan sebesar US$1.000. Bea Masuk yang dibebankan sebesar Rp35.000.000 dan pungutan pabean lain yang resmi sebesar Rp25.000.000, kurs yang berlaku saat terjadinya import adalah US$1= Rp14.000. Hitunglah Pajak penghasilan Pasal 22 Bea Cukai, dalam kondisi baik importir memiliki API (Angka Pengenal Impor) dan jika importir belum memiliki API (Angka Pengenal Impor) ?
Perhitungan PPh Pasal 22 Bea Cukai
Kurs yang berlaku = Rp 14.000
Harga import US$ 100,000 x Rp 14.000  = Rp 1.400.000.000
Biaya Angkut US$ 5,000 x Rp 14.000   
= Rp      70.000.000
Biaya Asuransi US$ 1,000 x Rp 14.000 
= Rp      14.000.000
Bea Masuk                               
= Rp      35.000.000
Pungutan Pabean dan lain-lain           
= Rp      25.000.000 +    
Total Nilai Impor
= Rp 1.544.000.000
Pajak Penghasilan Pasal 22 Bea Cukai bila importir memiliki API :
2,5 % x Rp 1.544.000.000 = Rp      38.600.000
Pajak Penghasilan Pasal 22 Bea Cukai bila importir tidak memiliki API :
7,5 % x Rp 1.544.000.000  = Rp   115.800.000

Pajak Penghasilan Pasal 22 Bendaharawan
Pajak Penghasilan Pasal 22 Bendaharawan adalah iuran wajib dari pembayaran atas pembelian yang dilakukan Direktorat Anggaran, Bendaharawan Pemerintah baik tingkat pusat maupun tingkat daerah atau pembayaran atas pembelian yang dilakukan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah)  yang dananya berasal dari APBN atau APBD. 
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No.254/KMK.03/2000 tanggal 30 April  2001 dan Keo-417/PJ/20001, yang dikecualikan dari objek Pajak Penghasilan Pasal 22 Bendaharawan :
  • Pembayaran atas penyerahan barang yang bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah yang meliputi jumlah kurang dari Rp 1.000.000.
  • Pembayaran untuk pembelian bahan bakar minyak, listrik, gas, air minum/PDAM dan benda-benda pos.
  • Pembayaran atau pencairan dana jaringan pengaman sosial oleh Kantor Perbendaharaan Kas Negara.
  • Pembayaran yang diterima karena penyerahan barang sehubungan dengan pekerjaan dalam rangka pelaksanaan proyek pemerintah yang dibiayai dengan hibah/dana pinjaman dar luar negeri.

Tarif yang digunakan atas perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 22 Bendaharawan adalah sebesar 1,5% dari total harga pembelian bagi yang telah memiliki NPWP.
1,5% x Dasar Pengenaan Pajak

Rumus mencari Dasar Pengenaan Pajak (DPP)
100/110 x Total Harga Pembelian

Contoh perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 22 Bendaharawan 
PT Elektronika melakukan penjualan barang   kena pajak kepada Pemerintah Daerah Kota Pematangsiantar seharga Rp1.550.000.000 yang pembayarannya melalui Kantor Pembendaharaan Negara. Berapakah Pajak Penghasilan Pasal 22 Bendaharawan yang harus dipotong apabila harga barang tidak termasuk PPN dan PPnBM, harga barang termasuk PPN sebesar 10% tapi bukan termasuk Barang Mewah dan jika barang termasuk PPN sebesar 10% dan PPnBM sebesar 20% ?

Perhitungan PPh Pasal 22 Bendaharawan:
Jika Harga barang tidak termasuk PPN dan PPnBM :
Harga barang yang dijual   = Rp 1.550.000.000
Pengenaan Pajak Penghasilan pasal 22 :
1,5 % x Rp1.550.000.00         = Rp      23.250.000 -
Jumlah uang yang diterima PT Elektronika                                               = Rp 1.526.750.000


Jika Harga barang termasuk PPN (10%) tapi bukan Barang Mewah :
Harga barang termasuk PPN (10%)                                                                       = Rp 1.550.000.000
PPN sebesar 10% :
10/110 x Rp 1.550.000.000 = Rp 140.909.090 -
Harga barang tidak termasuk PPN                                                          = Rp 1.409.090.910
Pengenaan Pajak Penghasilan pasal 22 :
1,5 % x Rp1.409.090.910     = Rp      21.136.364  -
Jumlah uang yang diterima PT Elektronika                                                = Rp 1.387.954.546

Jika Harga barang termasuk PPN (10%) dan PPnBM (20%):
Harga barang termasuk PPN (10%) dan PPnBM(20%)                    = Rp 1.550.000.000
PPN sebesar 10% :
10/130 x Rp 1.550.000.000 =  Rp   119.230.770
PPnBM sebesar 20% :
20/130 x Rp. 1.550.000.000 = Rp    238.461.540 +
Total PPN dan PPnBM        = Rp    357.692.310 -
Harga Barang tidak termasuk PPN dan PPnBM                                 = Rp 1.192.307.690
Pajak Penghasilan Pasal 22 :
1,5% x Rp 1.192.307.690     = Rp      17.884.615  -
Jumlah uang yang diterima PT Elektronika                               = Rp 1.174.423.075


EVALUASI
  1. Jelaskan apa itu Pajak Penghasilan Pasal 22?
  2. Sebutkan dan jelaskan tarif yang digunakan dalam perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 22 atas Impor?
  3. Sebutkan dan jelaskan tarif yang digunakan dalam perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 22 Bendaharawan?
  4. Apa yang dimaksud dengan API (Angka Pengenal Impor)?
  5. Sebutkan dan jelaskan pemungut Pajak Penghasilan Pasal 22?


LATIHAN
  1. Toko Abadi adalah toko yang menjual alat-alat komputer, suatu ketika Toko Abadi menjual 5 unit komputer dengan harga Rp 12.000.000 per unitnya dan 3 unit printer dengan harga Rp 3.500.000 per unitnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun. Berapakah jumlah Pajak Penghasilan Pasal 22 Bendaharawan jika :

  • Harga barang tidak termasuk PPN dan PPnBM.
  • Harga barang termasuk PPN sebesar 10% tetapi tidak termasuk Barang Mewah.
  • Jika barang termasuk PPN sebesar 10% dan PPnBM sebesar 20%.

  1. Pada tanggal 20 Maret 2020, PT Indodaya telah mengimpor barang yang berasal dari Jepang dengan harga pembelian sebesar US$800.000. Biaya asuransi yang dibayar di luar negeri sebesar 10% dari harga faktur dan biaya angkut sebesar 18% dari harga faktur. Bea masuk yang dibebankan sebesar 25% dari harga faktur dan biaya pabean lainnya sebesar Rp 125.000.000. Pada saat itu kurs yang berlaku sebesar Rp 14.000. Hitunglah Pajak penghasilan Pasal 22 Bea Cukai apabila importir memiliki API (Angka Pengenal Impor) dan jika importir belum memiliki API (Angka Pengenal Impor)?


DAFTAR PUSTAKA

Azis, Agil Rifandi Abd dan Novi Budiarso. 2016. Analisis Pemungutan dan Pelaporan Pajak PPh Pasal 22 atas Kegiatan Impor Barang Pada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Kota Manado. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/11781 pada tang-gal 21 Maret 2020.

Kasim, Chindy Vindy Lissy dan Ventje Ilat. 2016. Perhitungan, Pemungutan dan Penyetoran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas Belanja Barang Pada Korem 131 Santiago Manado. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/ index.php/emba/article/view/11713 pada tanggal 20 Maret 2020.

Waluyo. 2011. Perpajakan Indonesia. Edisi 9. Salemba Empat, Jakarta.

Website Resmi Dirjen Pajak. Diakses dari https://www.pajak.go.id/id/pph-pasal-22  pada tanggal 21 Maret 2020.